LIGA CHAMPIONS 10 PERFORMA TERTINGGI (C1)

[AFF CUP] VIETNAM VS THAILAND 19:30 13 JUNI - KUBET CHANNEL

Arena C1 selalu mengakui penampilan dari pemain individu, dan di bawah ini adalah ringkasan dari 10 penampilan Liga Champions paling klasik yang diakui dan diakui.

Steven Gerrard Vs AC Milan (2005)

Milan mengalami malam mimpi buruk di final Liga Champions 2004/2005. Gerrard membuka penampilan gemilang Liverpool dengan golnya untuk memperpendek skor di menit 54. Semangat pejuang, darah dimana Gerrard membantu The Kop mengalahkan Milan pada akhirnya usai adu penalti.

Lewandowski Vs Real Madrid (2013)

Dortmund mengalahkan Real 4-1 di leg pertama semifinal Liga Champions 2012/2013. Lewandowski bersinar saat dia mencetak pukulan poker. Penampilan individu yang luar biasa dari striker Polandia. Di leg kedua, Los Blancos menang 2-0 namun tetap harus rela berhenti dengan skor akhir 3-4.

Roy Keane Vs Juventus (1999)

Man United melakukan comeback impresif melawan Juventus di leg kedua semifinal Liga Champions 1998/1999. Roy Keane tampil impresif saat menetralisir Edgar Davids, Antonio Conte, Didier Deschamps sepanjang 90 menit. Alhasil, Man United menang 3-2, merebut tiket lanjutan setelah dua pertandingan dengan skor total 4-3.

Lionel Messi Vs Arsenal (2010)

Messi tampil apik di leg kedua babak perempat final Liga Champions 2009/2010. Striker Nicklas Bendtner memberi Arsenal awal yang gemilang dengan sebuah gol di menit 18. Namun, Barcelona mengubah keadaan saat Messi menyublim. Striker Argentina itu membuat tembakan poker yang mengesankan, membantu tim Nou Camp unggul menjadi 4-1. Hasilnya, Barcelona meraih tiket untuk melanjutkan setelah dua pertandingan dengan skor total 6-3.

Masa muda Messi adalah waktu untuk Masa muda Messi adalah waktu untuk “menghancurkan” seluruh tim

Lucas Moura Vs Ajax (2019)

Bintang Brasil itu bersinar terang di leg kedua semifinal Liga Champions 2018/2019. Tottenham kebobolan dua gol setelah 45 menit pertama. Namun, situasi berbalik setelah jeda. Moura menampilkan performa apik saat mencetak hat-trick gol. Tottenham memenangkan Ajax 3-2, dan memenangkan tiket untuk melanjutkan dengan skor total 3-3 setelah dua pertandingan (Rooster melaju berkat aturan gol tandang).

Lionel Messi vs Bayern Munchen (2015)

The Bavarian Grey Lobster menerima kekalahan 0-3 dari Barcelona di leg pertama semifinal Liga Champions 2014/2015. Lionel Messi menjadi pemeran utama pertandingan dengan dobel gol, 1 assist. Keajaiban M10 mengobrak-abrik pertahanan Bayern Munchen.

Ronaldo Vs Man Utd (2003)

Ronaldo memiliki pertandingan klasik dengan Man United di leg kedua perempat final Liga Champions. Ronaldo meledakkan jembatan stadion Old Trafford dengan hat-trick yang mengesankan. Man United menang 4-3 tetapi harus meninggalkan lapangan setelah dua pertandingan dengan skor total 6-5 untuk keunggulan Los Blancos (Real menang 3-1 di leg pertama).

Dusan Tadic Vs Real Madrid (2019)

Ajax kalah 1-2 dari Real Madrid di leg pertama babak 16 besar. Banyak fans Los Blancos yang mengimpikan tiket tersebut untuk terus berlanjut. Namun, keadaan berbalik pada pertandingan ulang di leg kedua nanti. Dusan Tadic menjadi faktor paling menonjol dalam kemenangan 4-1 Ajax. Mantan bintang Southampton itu membekaskan sepatunya pada gol pertama dan kedua. Pada menit ke-62, Tadic menaikkan skor menjadi 3-0 untuk Ajax. Selama 90 menit di Santiago Bernabeu, Tadic adalah pemain terbaik dunia.

Cristiano Ronaldo Vs Atl├ętico (2019)

Superstar Portugal itu bersinar di leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2018/2019. CR7 mencetak hat-trick pada menit ke-27, ke-49, dan ke-86, sehingga membantu “Ba Dam Gia” menang 3-0 pada akhirnya. Alhasil, setelah dua laga, Juventus merebut tiket untuk melanjutkan dengan skor total 3-2.

Gareth Bale Vs Inter Milan (2010)

Laga ketiga Grup A Liga Champions 2010 menjadi saksi penampilan individu yang luar biasa. Karakter yang dimaksud adalah Gareth Bale. Tottenham Hotspur berbaris ke kandang Inter Milan dan menerima 4 gol di babak pertama.

Ayam jago dirugikan saat penjaga gawang Gomes menerima kartu merah dan meninggalkan lapangan. Namun, Bale tidak menyerah. Bintang Welsh mencetak hat-trick spektakuler setelah istirahat. Bale mengobrak-abrik pertahanan Inter Milan pada menit ke-52, 90, dan 91. Sayang, usahanya tak cukup membantu tim tuan rumah membalikkan keadaan. Pada akhirnya, Inter mengalahkan Tottenham 4-3.

MENYIMPULKAN

Di atas adalah ringkasan awal yang ingin dikirimkan oleh pakar kami kepada Anda. Komentar terbaru, informasi olahraga dan sepak bola akan diperbarui setiap hari oleh Situs Web Mykubet, harap baca dan dukung kami!

Author: Logan Collins